Selasa, 20 April 2010

contoh Laporan wawancara ke SD K Mangunan

Untuk membuat sebuah laporan wawancara sebagai tugas mata kuliah Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Perancis, saya memilih judul “Deskripsi Pengajaran Bahasa Inggris di SD Mangunan”. Adapun alasannya adalah karena di SD Mangunan memiliki model pengajaran yang khas dibanding SD lainnya dimana pengajaran yang berdasarkan pada anak benar-benar diterapkan. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pengajaran bahasa Inggris di SD Mangunan, dan menambah wawasan tentang ilmu pengajaran bahasa, khususnya pengajaran bahasa asing.
Obyek wawancara : Kartika (Guru bahasa Inggris di SD K E Mangunan)
Tanggal wawancara : 08-10 Oktober 2008
Tempat : SD K E Mangunan di desa Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta
Pedoman wawancara : Wawancara semi terstruktur
Intrumen : pewawancara, pedoman wawancara (interview guide) dan alat tulis
Hasil wawancara : Transkrip wawancara dan pembahasan

Transkrip wawancara :
P : Bahasa Inggris di SD K E Mangunan diberikan pada kelas berapa?
J : Kelas I-VI karena di TK sekarang sudah dikenalkan bahasa Inggris.
P : Pengajaran bahasa Inggris tersebut dilakukan oleh guru kelas atau guru bidang studi?
J : Untuk bahasa Inggris, pengajarnya adalah guru bidang study agar lebih fokus dengan penyampaian materinya.
P : Berapa alokasi waktu untuk pengajaran bahasa Inggris di SD K E Mangunan?
J : Dalam seminggu tiap kelas mendapat satu kali pertemuan. Dalam satu kali pertemuan terdapat 3x 3 jam pelajaran (JP) yang tiap JPnya adalah 35 menit.
P : Apakah alokasi waktu tersebut sudah cukup untuk menyampaikan target materi?
J : Saya pribadi untuk harus menyelesaikan materi dalam 1x pertemuan sebenarnya sangat kurang karena system pengajaran di sini berpusat pada anak apalagi siswa di sini memiliki latar belakang yang berbeda. Jadi setiap materi harus tersampaikan pada seluruh anak dan itu memerlukan proses yang lama dan kesabaran. Namun, secara keseluruhan materi dapat tersampaikan semua.
P : Materi apa yang diberikan pada siswa?
J : Materi yang disampaikan berupa pengetahuan dan keterampilan bahasa Inggris. Untuk pengetahuan, saya membuatkan tema-tema yang berhubungan dengan anak sehingga anak dapat menemukannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya: About me, Our school, City, dsb. Sedangkan untuk keterampilan bahasa Inggris saya arahkan pada kemampuan speaking, reading, listening dan writing. Namun, yang lebih saya tekankan adalah keterampilan berbicara dan penguasaan vocabulary yang banyak.Diharapkan anak dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai komunikasi sehingga tidak minder.
P : Bagaimana dengan tulisan anak, apakah sudah benar?
J : Kesalahan jelas ada, tapi yang tidak begitu saya permasalahkan walau tetap ada pembetulan dari saya. Anak SD belum ditekankan pada grammernya agar tidak terlalu bingung. Penulisan kata dan kalimat dalam bahasa Inggris yang salah harus ada pembetulan. Penulisan kata dan kalimat sederhana digunakan sebagai persiapan mereka berbicara. Untuk kaidah penulisan saya sudah ketat, misalnya penulisan “I”, nama orang dan nama kota harus memakai huruf kapital. Untuk semester depan saya ingin mencoba menambah dengan spelling.
P : Metode apa yang digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris di sini?
J : bahasa Inggris dan pelajaran lain di sini menggunakan metode apa saja yang penting pembelajaran yang dapat memekarkan daya kemampuan anak. Pembelajaran di sini dibuat senyaman mungkin bagi anak karena pembelajaran berpusat pada anak. Anak sebagai murid sekaligus menjadi guru, sedangkan guru adalah teman mereka belajar. Bahkan, kita tidak menggunakan buku paket atau buku pegangan, anak-anak dapat menggunakan buku-buku di perpustakaan atau dimanapun.
P : Jadi bagaimana teknik pengajarannya?
J : Teknik pengajarannya menyesuaikan karakter anak SD yang masih suka bermain. Jadi saya lebih banyak menggunakan model permainan saat menyampaikan materi, misalnya: permainan kartu, games computer, performance (drama), menonton film, mendengarkan kaset (lagu, percakapan atau soal-soal bahasa Inggris). Mereka bisa belajar dari sumber manapun dan media apapun. Saya sangat menekankan penggunaan kamus, jika anak bertanya suatu arti, silakan cari di kamus dulu.
P : Media apa saja yang selama ini Ibu gunakan?
J : Media yang saya gunakan biasanya kartu-kartu permainan yang saya buat atau anak sendiri yang buat. Selain itu da gambar, angka, games computer, pocket story, buku cerita, buku bacaan di perpus, CD film, CD lagu,kaset dan benda-benda yang lain. Untuk pengajaran bahasa Inggris di SD seharusnya banyak menggunakan banyak media. Oleh sebab itu, saya masih bereksplorasi menemukan media dan model pengajaran yang baru.
P : Apakah sudah efektif metode, model, dan media yang sudah digunakan?
J : Sudah efektif untuk anak-anak sini, mereka merasa senang belajar di sini.
P : Bagaimana partisipasi anak dalam proses pengajaran bahasa Inggris?
J : semua siswa cukup aktif . Mereka tidak ada yang tinggal diam saat di kelas.
P : Seperti yang Anda katakana bahwa guru adalah teman anak belajar. Apa maksudnya dan bagaimana Anda dalam menghadapi anak didik sebagai teman?
J : Saya khususnya dan guru-guru yang lain dituntut untuk bisa dekat dengan anak, bersabar menghadapi anak, sebisa mungkin untuk tidak marah dan tidak memukul murid.
P : Hal itu sebenarnya sama hubungan guru-murid di SD pada umunyal, tapi saya melihat di sini hubungan murid-guru sangat akrab ?
J : Karena saya dan teman-teman guru terbiasa tidak gengsi dengan murid. Jika suatu kali ada murid protes atau menegur kesalahan saat saya menyampaikan materi, kita harus bisa menerimanya dengan terbuka. Murid juga sebagai guru bagi guruya.
P : Jika anak senang dengan gurunya, tentu anak akan senang untuk belajar. Apakah masih ada kendala yang dihadapi?
J : Tidak memiliki buku pegangan sehingga guru harus bekerja lebih ekstra dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kendala yang paling utama adalah latar belakang siwa yang berbeda. Sebagian dari mereka adalah warga sekitar sekolah, anak pindahan dan anak autis. Sehingga kita harus pandai-pandai menjembatani murid yang cepat menangkap materi dengan yang lambat.
P : Jadi bagaimana solusi agar mereka tetap sama-sama belajar dengan nyaman?
J : Kita fleksibel saja, mereka diarahkan agar dapat belajar dimanapun, dengan sumber apapun dan dengan media apa pun. Jadi siswa juga belajar sendiri unruk mencari tahu, bisa di perpustakaan, di rumah, les privat atau bertanya pada siapapun. Agar suasana kelas tetap terkondisi, siswa tidak boleh sampai ada yang mengganggur. Saya memberi tugas tambahan bagi yang sudah selesai agar tidak mengganggu yang belum selesai.
P : Bagaimana dengan system penilaian yang digunakan?
J : SD ini menggunakan dua system penilaian, yaitu penilaian raport dan penilaian deskriptif. Penilaian raport berisi nilai siswa dengan angka, sedangkan penilaian deskriptif yaitu memberikan penilaian dengan keterangan mengapa anak tersebut mendapat nilai 7 misalnya.
P : Bagaimana prestasi siswa yang berhubungan dengan bahasa Inggris khususnya?
J : Sekolah ini jarang sekali mengikuti lomba, pernah dua kali tetapi belum menang. Prestasi yang dicapai di sini adalah jika anak mempunyai keinginan untuk belajar dan dapat menggunakan kemampuan yang di dapat dalam kehidupannya. Misalnya seorang anak sudah memiliki prononciation yang sudah baik, maka bagi saya hal tersebut merupakan prestasi anak yang harus dihargai.

Pembahahasan:
Dari transkrip wawancara yang saya di atas, saya dapat memeroleh informasi tentang siswa, guru, subyek materi, metode dan teknik, serta media pengajaran yang merupakan komponen-komponen pengajaran.
• Siswa.
Siswa merupakan subyek dan obek pengajaran. Dengan kata lain, siswa adalah pusat dari kegiatan pengajaran itu sendiri. Itulah yang sangat dijunjung dalam proses pengajaran bahasa Inggris di SD K E Mangunan. Pengajaran tersebut disesuaikan dengan kondisi siswa yang mempunyai latar belakang berbeda dan daya tangkap yang berbeda pula. Siswa di SD tersebut terdiri dari anak warga sekitar yang merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah, anak orang kaya, anak jalanan, dan anak berkebutuhan khusus (autis). Maka penekanan pengajaran bahasa Inggris di sini menekankan pada kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi sehingga siswa dapat mengembangkan diri melalui keterampilan bahasa yang dimilikinya.
• Guru
Guru adalah kunci utama pada kegiatan pengajaran. Guru bahasa Inggris SD Mangunan menempatkan dirinya sebagai teman dari siswanya. Ia merasa mempunyai tugas untuk membantu siswanya belajar dengan menyenangkan, bukan dengan indoktrinasi guru. Melainkan guru adalah bagian dari siswanya yang bersama-sama belajar, bereksplorasi, berkreatifitas dan menjadi kesatuan yang utuh. Seperti pendapat YB Mangunwijaya (pendiri SD K E Mangunan) bahwa guru harus mempunyai prinsip ajrih-asih. Seperti yang diterangkan oleh Ibu Kartika, ajrih asih yang dimaksud adalah guru bersikap lembut pada siswa, tidak boleh marah, mengatai siswa, atau memukul siswa. Akan tetapi guru harus menyejajarkan dengan siswa, sehingga guru akrab dengan siswanya. Namun, guru tetap harus tegas. Guru harus tetap mempertahankan agar siswa dapat sopan dan hormat dengan guru. Jadi terbentuk keseimbangan kedisiplinan dan keakraban. Guru yang baik adalah guru yang juga memposisikan siswanya sebagai guru. Maksudnya adalah guru belajar dari siswa untuk memperhatikan dan peka terhadap kondisi siswa, sehingga proses pengajaran lebih efektif dan bermakna.
• Isi (Subyek materi)
Materi pengajaran meliputi pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan yang disampaikan dalam pengajaran di SD tersebut adalah pengetahuan bahasa Inggris yang berhubungan dengan siswa. Pengetahuan tersebut dirumuskan dalam tema-tema yang ada di sekeliling anak, agar mereka dapat mengamati sendiri materi-materi dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tema-tema yang diambil seperti About me, Our school, Our city, dsb. Misalnya pada tema about me, maka siswa di arahkan untuk dapat memperkenalkan dan menyebutkan diriya, keluarga, anggota badan, angka, kesukaan dll dalam bahasa Inggris. Untuk keterampilan berbahasa Inggris sangat perlu diberikan yaitu speaking, reading, listening dan writing. Namun, pengajaran di SD K E Mangunan lebih menekankan pada kemampuan berkomunikasi sehingga yang lebih diutamakan adalah keterampilan berbicara dan penguasaan vocabulary. Hal ini terlihat dengan penyampaian materi yang sering menggunakan metode permainan, drama, dan telling story. Untuk writing belum terlalu ditekankan dengan alasan supaya anak tidak dibingungkan dengan penulisan dan grammer yang terasa rumit bagi siswa SD. Penulisan yang salah harus dibenarkan tanpa menyalahkan. Untuk itu, perlu juga diberikan spelling untuk memperbaiki penulisan, pronounciation dan pendalaman vocabulary.
• Metode dan Teknik
Karena sangat menerapkan anak sebagai pusat kegiatan pengajaran, maka metode yang digunakan adalah metode yang mengembangkan daya kemapuan anak dalam berbahasa Inggris. Metode pengajaran di desain senyaman mungkin dengan kondisi siswa agar dapat belajar sesuai kemapuannya. Metode yang digunakan bersifat fleksibel tidak terpancang dengan text book thingking. Ketiadaan buku pegangan membuat guru dan siswa untuk berkreatifitas dengan mencari di berbagai sumber. Metode yang paling menonjol digunakan adalah metode bermain sambil belajar dan metode bahwa semua orang adalah guru. Bahasa Inggris disampaikan dengan teknik permainan agar siswa tertarik dan senang untuk belajar bahasa Inggris. Permainan digunakan mengingat manusia adalah homo ludens (manusia mempunyai kesenangan untuk bermain). Dengan bermain, selain siswa mendapatkan kemampuan berbahasa Inggris, siswa juga belajar untuk kreatif, dapat mengembangkan pikiran, berinteraksi, dan menumbuhkan jiwa sportif. Hal-hal tersebut sangat penting bagi perkembangan siswa untuk mempersiapkan kehidupannnya di masyarakat dunia yang akhirnya dapat menumbuhkan pikiran bahwa semua orang adalah guru, saya harus belajar dari mereka.
Adapun teknik pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD adalah guru dituntut untuk lebih kreatif, memancing partisipasi aktif dan rasa ingin tahu siswa. Pengajaran bahasa Inggris melalui permainan, games computer, drama, membaca, bercerita dan sebagainya dapat melibatkan seluruh siswa aktif mengikuti pengajaran yang berlangsung. Kemudian guru memancing agar anak dapat bertanya dan mencari jawabannya.
• Media
Untuk menunjang pengajaran bahasa Inggris tentunya memerlukan banyak media agar lebih efektif. Guru dapat menyediakan media-media pembelajaran, misalnya: gambar, angka, pocket story, buku cerita, ensiklopedia, CD, video, kaset, benda-benda di sekitar dan lain-lain.
Sistem penilaian untuk mengukur hasil belajar siswa yang digunakan terdapat dua macam, yaitu penilaian raport dan penilaian deskriptif. Seperti yang dijelaskan Ibu Kartika bahwa penilaian raport berisi angka yang didapat siswa, sedangkan penilaian deskriptis yaitu penilaian yang menjelaskan mengapa seorang siswa dapat nilai tersebut. Misalnya anak dapat nilai 7, maka nilai deskriptif menjelaskan nilai 7 tersebut berdasarkan kemampuan yang dikuasainya. Jadi bisa siswa sama-sama dapat nilai dengan jenis dan tingkat kemampuan yang berbeda.
Suatu proses tentu ada kendalanya termasuk juga pengajaran bahasa Inggris di SD Mangunan. Kendala-kendala selama pengajaran tersebut antara lain tidak adanya buku pegangan bagi guru dan siswa, sehingga siswa yang tidak rajin kurang mengerti materi yang diajarkan dan guru harus kerja lebih ekstra mencari dan menyiapkan materi pengajaran. Selain itu, kendala utamanya adalah latar belakang siswa yang terlalu mencolok menimbulkan perbedaan kecepatan pemahaman siswa yang cukup jauh, padahal mereka dalam satu kelas. Sehingga membutuhkan kejelian dan keuletan guru untuk menjaga suasana pengajaran berjalan dengan lancar, salah satu caranya adalah memberi tugas tambahan bagi siswa yang cepat menyelesaikan tugasnya agar tidak mengganggu siswa lainnya. Pokoknya mata guru harus tidak lepas dari sikap siswanya. Apalagi jumlah alokasi waktu yang dirasa masih kurang, yaitu tiap kelasnya mendapatkan 105 menit tiap minggu untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Namun, kendala-kendala tersebut secara umum dapat di atasi dengan cukup baik. Justru kendala-kendala tersebut mempunyai sisi positifnya jika lebih dimaknai. Dengan tidak adanya buku pegangan, guru dan siswa dituntut lebih mandiri dalam mencari sumber-sumber pembelajaran, dan lebih variatif karena tidak hanya didapat dari satu sumber saja, tapi belajar dari banyak sumber. Kondisi siswa dengan latar belakang yang berbeda dapat melatih anak untu bisa melatih interaksi dan beradaptasi dengan situasi berbeda. Siswa lebih peka dan solid dengan teman-temannya tanpa membeda-bedakan status sosial atau keadaan seseorang.

Kesimpulan
Bahasa sangat penting bagi kehidupan manusia. Pengajaran bahasa harus menekankan pada kemampuan komunikasi yang mulai diajarkan pada anak sejak dini. Pengajaran untuk anak usia SD hendaknya diberikan dengan kreatif dan tidak terpaku pada text book thingking, tetapi dengan metode belajar sambil bermain karena pengajaran bahasa Inggris di SD terutama bertujuan untuk menarik minat siswa belajar dan memberi bekal pembelajaran di sekolah lanjutannya. Namun, pengajarannya tidak boleh diberikan dengan asal-asalan, karena kemampuan berbahasa merupakan kunci untuk manusia berkomunikasi dalam interaksi dengan masyarakat bahkan masyarakat dunia. Pengajaran bahasa Inggris di SD K E Mangunan dapat dikatakan sangat efektif sebagai pembelajaran anak untuk mengembangkan pikiran sesuai dengan dunianya. Tujuan pengajaran bahasa Inggris di sana, tidak hanya untuk menngejar prestasi atau sekedar obsesi dari orang tua dan gurunya. Melainkan berpusat pada anak. Tujuan pengajaran tersebut adalah agar anak bisa hidup dan berinteraksi dengan baik. Anak dapat berkembang dengan bereksplorasi, berkreatifitas secara utuh. Prestasi anak dilihat bukan hanya saat mereka mendapatkan nilai dan peringkat yang bagus saja, melainkan pencapaian prestasi hidup untuk bertahan dalam tantangan jaman dan pengaruh global.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo, posting comment Anda demi perbaikan